infomjlk.com — Suasana khidmat menyelimuti halaman Gedung Sate pada Sabtu (21/3/2026) pagi. Usai menunaikan salat Idulfitri 1447 H, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memanfaatkan momentum kemenangan ini untuk menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga Jawa Barat.
Di hadapan jamaah, KDM secara terbuka mengakui bahwa selama satu tahun kepemimpinannya, masih banyak lubang dalam pelayanan publik dan pembangunan yang belum merata. Ia menyoroti potret kemiskinan ekstrem yang masih menghantui Jawa Barat sebagai cambuk bagi pemerintahannya.
Dalam pidatonya, KDM tidak menutupi fakta pahit yang ditemuinya di lapangan. Ia memaparkan masih adanya infrastruktur irigasi yang mangkrak, akses kesehatan yang sulit bagi warga non-BPJS, hingga kisah memilukan warga yang tak mampu membeli kain kafan bagi anggota keluarga yang wafat.
Masalah klasik seperti jalan rusak yang memicu kecelakaan hingga tunggakan biaya persalinan di rumah sakit diakuinya sebagai bentuk kegagalan pengelolaan anggaran yang belum sungguh-sungguh.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, KDM menjanjikan evaluasi besar-besaran dan realokasi anggaran agar lebih menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Ia bahkan melontarkan janji drastis untuk lebih banyak terjun ke lapangan dan memangkas waktu istirahatnya.
Ia menegaskan bahwa pelayanan maksimal adalah hak mutlak masyarakat, apalagi warga Jawa Barat dikenal sangat patuh dalam menunaikan kewajiban pajak. Berdasarkan data yang diterimanya, pemasukan pajak di Jawa Barat justru mengalami lonjakan selama bulan Ramadan tahun ini. Menutup pernyataannya, KDM menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi masyarakat tersebut dan berjanji bahwa setiap rupiah dari pajak rakyat akan dikembalikan dalam bentuk pelayanan yang lebih manusiawi di masa depan.

