Gen-Z, Merindukan Libur Panjang dan Kewajiban Menghidupi Kehidupan

infomjlk.com — Masa libur Idulfitri saat ini, barangkali membawa gejolak emosional yang cukup mengguncang bagi Generasi Z. Jika dahulu hari raya identik dengan kebahagiaan menyambut libur sekolah yang panjang dan kegembiraan mengumpulkan uang saku, kini kondisinya berubah.

Momen kembali ke rutinitas kerja usai Lebaran memunculkan fenomena post-holiday blues, sebuah perasaan hampa dan berat hati yang sering menguras mental para generasi muda.

Ada sedikit goresan dan kerinduan, ketika menyadari bahwa masa kanak-kanak yang tanpa beban telah usai. Saat ini, lebaran bukan lagi sebatas waktu untuk bersantai, melainkan sebuah momen yang juga diwarnai hitung-hitungan finansial.

Setelah tradisi berbagi di kampung halaman usai, realita kebutuhan hidup dan tagihan bulanan tetap menanti untuk dibayar. Perjalanan meninggalkan kehangatan rumah menuju kamar indekos yang sepi, menjadi momen paling .

Mengeluh dan merasa enggan menatap layar dan setumpuk pekerjaan di hari pertama kerja adalah respons yang manusiawi atas kerasnya proses pendewasaan.

Tidak ada pilihan lain bagi generasi muda selain menelan pil pahit rutinitas yang bergegas menginjak usia dewasa. Meskipun tubuh masih mendambakan tidur nyenyak di rumah, tuntutan bertahan hidup adalah sebuah dorongan untuk kembali menembus kepadatan lalu lintas dan bekerja keras mencari pundi-pundi, melanjutkan kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *