infomjlk.com — Sebagai salah satu sentra penghasil Mangga Gedong Gincu di wilayah penyangga Bandara Kertajati, desa Putridalem, kecamatan Jatitujuh, Majalengka, memiliki komoditas unggulan yang layak bersaing di pasar modern. Namun besarnya potensi tersebut belum berbanding lurus dengan eksposur pasar yang diterima karena permata agraris ini seolah masih tersimpan rapat dan belum sepenuhnya tergarap menjadi identitas wilayah yang kuat.
Persoalan ini menjadi sorotan dalam riset bertajuk “Implementasi Kebijakan Digitalisasi Desa Melalui Pendampingan UMKM di Desa Putridalem” yang dimuat dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (2025). Studi tersebut menggarisbawahi bahwa hambatan utama bukan terletak pada kualitas panen, melainkan pada tata kelola pemasaran yang belum maksimal. Produk unggulan desa belum terinventarisasi dan terpublikasi secara luas, baik oleh pelaku usaha maupun pemerintah desa setempat.
Riset ini mengungkap fakta lainnya bahwa peran aparatur desa sebagai humas wilayah memiliki ruang yang sangat besar untuk dioptimalkan. Banyak produk potensial desa yang belum dimunculkan dalam etalase informasi publik. Padahal di era keterbukaan informasi saat ini, pemerintah desa memegang peranan penting dalam membangun narasi dan citra produk lokal agar dilirik oleh pasar yang lebih luas.
Oleh sebab itu, program pendampingan yang tengah berjalan mencoba mengisi celah tersebut dengan pendekatan yang lebih kolaboratif. Selain memoles komponen produk UMKM agar tampil lebih premium, fokus utama kini juga diarahkan pada penguasaan aset digital oleh perangkat desa. Harapannya, pemerintah desa dapat mengambil kendali penuh sebagai manajer informasi yang mampu menarasikan keunggulan olahan mangga kepada khalayak luas dalam satu pintu komunikasi yang terpadu.
Langkah integrasi ini sangat krusial bagi masa depan ekonomi desa. Jika potensi Mangga Gedong Gincu dikelola dengan manajemen informasi desa yang profesional, Putridalem tidak hanya akan dikenal sebagai wilayah penyangga bandara, melainkan sebagai destinasi wisata agrobisnis yang mandiri. Keselarasan antara kualitas produk yang mumpuni dan strategi publikasi desa yang tepat sasaran adalah kunci untuk mendongkrak ekonomi warga secara nyata.

