infomjlk.com — Mengunjungi Terasering Panyaweuyan di Kecamatan Argapura bukan sekadar soal menikmati pemandangan, tapi juga menguji ketangkasan berkendara.
Lokasinya yang berada di ketinggian kaki Gunung Ciremai membuat perjalanan menuju ke sana memiliki karakteristik medan yang unik. Jalur menanjak dan berkelok menjadi menu utama yang harus dihadapi wisatawan sebelum sampai di lokasi.
Bagi pengunjung yang datang dari arah pusat kota, akses via Terminal Maja menuju Desa Argamukti adalah rute yang paling direkomendasikan.
Kondisi permukaan jalan di jalur ini sudah sangat layak karena dilapisi aspal dan cor beton yang mulus. Hanya saja, pengemudi harus siap dengan lebar jalan yang pas-pasan.
Ruas jalan yang sempit membuat mobil yang berpapasan dari arah berlawanan sering kali harus menepi hingga keluar ke bahu jalan agar bisa melintas bergantian.
Tak hanya soal lebar jalan, kontur rute ini juga didominasi oleh tanjakan curam yang panjang. Kondisi ini mewajibkan setiap kendaraan yang dibawa dalam keadaan prima.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan saat hujan turun, mengingat di beberapa titik masih terdapat lapisan aspal mengelupas yang membuat permukaan jalan menjadi licin dan rawan selip. Selain itu, potensi pergerakan tanah di area tebing juga perlu diantisipasi dengan cara memantau cuaca sebelum berangkat.
Segala usaha menempuh perjalanan tersebut akan sebanding dengan biaya wisata yang sangat terjangkau. Tiket masuk resmi ke kawasan Terasering Panyaweuyan saat ini hanya Rp12.000 per orang. Sementara untuk parkir motor, pengunjung cukup merogoh saku sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 saja.
Dengan tarif ekonomis tersebut, wisatawan sudah bisa bebas menggunakan fasilitas toilet, warung makan, hingga berfoto di berbagai titik strategis tengah sawah.

