infomjlk.com — Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Para petani mengaku kondisi ekonomi mereka mulai membaik seiring naiknya harga gabah serta semakin mudahnya akses terhadap pupuk subsidi.
Dilansir dari Jawa Pos, Ketua Kelompok Tani Hujung di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Fachrudin, mengungkapkan bahwa kenaikan harga gabah memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani. Saat ini, harga gabah basah hasil panen berkisar antara Rp660.000 hingga Rp680.000 per kuintal, sementara gabah kering bisa mencapai Rp700.000 hingga Rp800.000 per kuintal.
Menurutnya, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Bahkan pada musim hujan yang biasanya membuat harga turun, kini nilai jual gabah tetap relatif tinggi. Tak hanya soal harga, kemudahan dalam memperoleh pupuk subsidi juga menjadi faktor penting yang menunjang kesejahteraan petani. Jika sebelumnya petani harus antre panjang dan melalui proses administrasi yang rumit, kini distribusi pupuk dinilai lebih lancar, murah, dan praktis.
Kondisi tersebut turut menjaga stabilitas produksi padi di lahan pertanian. Meski hasil panen cenderung tidak mengalami lonjakan signifikan, peningkatan harga jual membuat pendapatan petani tetap meningkat.
Fachrudin menyebut, kombinasi antara harga gabah yang tinggi dan akses pupuk yang lebih mudah membuat kehidupan petani saat ini terasa lebih baik dibanding sebelumnya. Meski masih dipengaruhi faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, para petani mulai merasakan dampak positif terhadap kesejahteraan mereka.

